Sabtu, 29 Desember 2012

Kemana Perginya Popeye :(

Popeye...apa kabar denganmu , Hey... kamu tahu ? Aku mendadak ingin jadi sutradara dari sebuah kisah. Aku juga ingin mendadak menjadi seorang penulis skenario disitu. Cerita tentang Olive dan Popeye.  Kisah tentang menyebalkanya Popeye,, cuek bebeknya popeye, popeye yang nggak mau ngalah dan popeye yang ngeselin. Mungkin popeye juga memiliki fikiran yang sama tentang olive yang menyebalkan,olive yang egois dan betapa menjengkelkanya semua tentang olive. Popeye bilang, “ kita sama , sama sama batu dan kalau disatuin kita akan meletus” . benarkan aku semakin ingin menjadi sutradara dari para pemain bodoh ini. Pemain yang tak mengerti tentang rasa yang menyatu. Dan aku sadar aku nggak bisa jadi sutradara. Aku nggak bisa buat alur mereka sesuai dengan apa yang mereka ingin. Tanpa disadari kisah ini begitu saja melaju tanpa tahu jadwal kapan kita mendapat sebuah peran. Waktu aku kecil , olive dengan popeye selalu menyatu. Dan dalam khayalanku juga mengiginkan hal yang serupa. Kisah tentang bagaimana olive merindukan popeye ,, bagaimana popeye datang dengan seribu ketulusanya untuk mengajak olive kembali melanjutkan cerita yang beberapa waktu sempat tamat , tanpa sebuah yang jelas. Tapi jauh dengan kenyataan, Popeye hidup sendiri dengan dunianya , olive juga . Aku bingung harus memihak pada siapa, kenyataanya popeye perlahan menghilang pergi ,, hingga aku tak tahu lagi kelanjutan cerita bagaimana yang akan aku tulis. Aku hanya memilliki sedikit bahan tentang kisah ini ,, cerita olive yang masih aku tau. Hey olive bagaimana kabarmu ? apa kau sudah menemukan popeye yang lain dari beberapa brutus yang menghampirimu? Mungkin benar sesutu yang tulus itu susah untuk dihapus. Kenangan misalnya. Sampai detik ini olive belum menemukan popeye pada setiap Brutus. Dalam kisah ini masih sama sederhana sekali, Olive masih menyayangi dan menunggu lawan mainya dulu, karakter Popeye. Apa yang harus aku lakukan ,,, kalau seperti ini. Bagaimana cara untuk mendapatkan Popeye pada setiap Brutus. Popeye ya popeye dan tak akan bisa berubah menjadi orang lain. Tidak! tidak perlu melakukan apapun. Kamu tau olive,,, Cinta itu tahu kemana dia harus pulang , sekalipun dia sering pergi. Mungkin Popeye telah jenuh denganmu . Jangan bilang ini salah popeye. Bukan!!! Popeye nggak salah. Namanya rasa itu bukan kita yang memilih. Begitupun dengan cinta. Rasa itu memang tidak bisa dikekang ,, kita harus bersama dengan siapa. Dia buta dan dia tahu arah, mungkin begitulah mengambarkanya. Hari ini popeye mencintaimu , belum tentu besok dia akan mengiginkanmu lagi untuk menemaninya menjadi olive dalam kisah hidupnya. Jangan menangis ini memang bukan salah siapa –siapa ? Bukan salah Popeye , ketika dia menjauhimu dan juga bukan salahmu ,kalau terlalu tulus mencintainya. Semua apa yang kita putuskan memiliki sebab , yang mungkin terkadang sebab itu jauh dari apa yang kita duga. Sekalipun sutradaraku gagal dan skenarioku berantakan dengan menghilangnya popeye . aku bisa paham satu pelajaran hidup. “ Semua keputusan itu mempunyai sebab “ . Dan terkadang sebab itu juga akan menjadi senjata untuk melukai kita . Sehingga kita mudah menganggap seseorang berubah menjadi jahat. Padahal kenyataanya enggak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar